Pernahkah kita berfikir betaba besar dan banyaknya pengorbanan kedua orang tua kita,dan pernahkah kita berpikir juga untuk membalas semuai itu.??? Rata-rata dari kita pasti tidak pernah memikirkan itu semua,,,walaupun kedua orang tua kita tidak pernah mengharapkan balasan dari kita.AYAH
Ayah,seorang yang selalalu bekerja membanting tulang,,,itu semua dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan kita.Sampai-sampai beliaupun tidak pernah memikirkan kesehatannya.karena yang beliau pikirkan hanyalah bagaimana caranya bisa memenuhi kebutuhan keluarga saya,,hanya itu yang ada dalam fikirannnya.,
APAKAH KALIAN SEMUA PERNAH MEMIKIRKAN PERASAAN ORANG KITA DISAAT MEREKA TIDAK BISA MEMENUHI BEBUTUHAN KITA.,...,.?????
Asalkan kalian tahu,,,MIRIS rasanya . dan itu pun masih ditambah dengan kalian ngambek karena keinginannya tidak dikabulkan. BAYANGKAN,,,BAYANGKAN
coba fikirkan itu.,..,renungkan,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tapi Ayah masih tetap berusaha untuk memenuhi permintaan kita tadi ,sampai2 beliau meminjam uang kepada tetangga ,keluarga dll.Begitulah besarnya pengorbanan seorang Ayah. Akankah kalian sekarang sudah berfikir sejauh itu.Dan lihatlah wajah Ayah kalian masing2 ketika beliau tidur,,ITU LAH WAJAH2 LELAH ., CAPEK karena seharian telah kerja membating tulang.
Dan untuk yang laki2 , bayangkan apabila anda dalam posisi seperti tadi,apa yang akan anda lakukan da bagaimana perasaan anda,,???
Ayah adalah sesosok laki-laki yang patut untuk dikagumi sifat, sikap, dan perbuatannya. Ayah memiliki tanggungjawab besar untuk keluarga dan kasih sayangnya tidak perlu diragukan karena setara dan mungkin lebih besar. Seperti kata orang, ibu memiliki kasih sayang yang besar pada anak karena ibu yang melahirkan dan mengasuh anak. Tapi, kasih sayang ayah -mungkin- jauh lebih besar. Fitrah ayah yang tak mampu seperti ibu yang dapat melahirkan, sehingga membuat kasih sayang ayah akan lebih besar dan dalam. Karena adakalanya ayah iri melihat anak-anak lebih dekat dengan ibunya. Oleh karena itu, semaksimal mungkin ayah akan memenuhi permintaan dan kebutuhan keluarga terutama untuk anak-anaknya. Kebahagiaan anggota keluarga dalah kebahagiaan dirinya. Itulah gambaran seorang ayah.
Sifat ayah pada dasarnya adalah mengayomi, bertanggungjawab dan berusaha membuat anggota keluarga senang dan bahagia. Pendidikan, pengetahuan dan pendapatan yang rendah tidak akan menghalangi munculnya sifat alami tersebut pada sosok ayah. Mungkin ayah pernah marah atau memukul anak-anaknya, tapi percayalah bahwa hal tersebut merupakan bentuk kasih sayangnya. Ayah berharap anak-anaknya menjadi seorang manusia yang tidak rapuh, tidak nakal/menyalahi aturan, kuat, bertanggungjawab, dan menjadi manusia yang mandiri dalam menjalani proses kehidupan yang panjang dan berliku. Proses tersebut membutuhkan banyak bekal diantaranya sifat-sifat yang diajarkan ayah sewaktu kecil dengan memarahi, memukul, atau memberi kasih sayang. Untuk menjalani kehidupan tidak akan semudah dalam bayangan seperti dalam dongeng/cerita peri, bim salabim langsung jadi. Semua pekerjaan dan pilihan hidup membutuhkan keyakinan dan usaha. Hal tersebutlah yang selalu diajarkan ayah pada anak-anaknya.Ayah memiliki tanggungjawab yang besar dalam mendidik anak. Namun, selain itu beliau juga memiliki tanggungjawab untuk memberi nafkah pada keluarga. Seberapa capek dan keringat bercucuran beliau tetap bekerja. Walaupun tulang mulai merapuh, kulit mengeriput, nafas tidak lagi kuat beliau tetap berjalan tegak mencari nafkah untuk keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar