Menu


Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

Rabu, 19 Februari 2014

IPA Fisika- HUKUM NEWTON

Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir 3 abad,[1] dan dapat dirangkum sebagai berikut:
  1. Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut.[2][3][4] Berarti jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan). Hal ini berlaku jika dilihat dari kerangka acuan inersial.
Setiap benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan apabila pada benda itu tidak bekerja gaya.
                                                               \Sigma F=0
      2.Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan                                mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus
         terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau F=Ma. Bisa juga diartikan resultan gaya yang bekerja          pada suatu benda sama dengan turunan dari momentum linear benda tersebut terhadap waktu.
Bila sebuah benda mengalami gaya sebesar F maka benda tersebut akan mengalami percepatan.
                                                             \Sigma F=m\times a
Keterangan:
  • F : gaya (N atau dn)
  • m : massa (kg atau g)
  • a : percepatan (m/s2 atau cm/s2)
        3.Hukum Ketiga: gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik,            dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan            memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda.   
     Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya
Untuk setiap gaya aksi, akan selalu terdapat gaya reaksi yang sama besar dan berlawanan arah.
F_{{AB}}=-F_{{BA}}

Gaya gesek

F_{{g}}=\mu \times N
Keterangan:
  • Fg : Gaya gesek (N)
  • \mu  : koefisien gesekan
  • N : gaya normal (N)

Gaya berat

w=m\times g
Keterangan:
  • W : Gaya berat (N)
  • m : massa benda (kg)
  • g : gravitasi bumi (m/s2)

Berat jenis

s=\rho \times g atau s={\frac  {w}{V}}
Keterangan:
  • s: berat bersih (N/m3)
  • w: berat janda (N)
  • V: Volume oli (m3)
  • \rho : massak kompor(kg/m3)
.
Ketiga hukum gerak ini pertama dirangkum oleh Isaac Newton dalam karyanya Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica, pertama kali diterbitkan pada 5 Juli 1687.[5] Newton menggunakan karyanya untuk menjelaskan dan meniliti gerak dari bermacam-macam benda fisik maupun sistem.[6] Contohnya dalam jilid tiga dari naskah tersebut, Newton menunjukkan bahwa dengan menggabungkan antara hukum gerak dengan hukum gravitasi umum, ia dapat menjelaskan hukum pergerakan planet milik Kepler.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar