Assalamualaikum
kawan..kali ini saya akan membahas tentang ilmuwan islam yang sangat Luar Biasa
Jasanya pada perkembangan Islam saat ini
1.
AL-BIRUNI
Abu Ar-Raihan Al-Biruni merupakan salah satu
dari dua ilmuwan besar muslim dalam bidang ilmu pengetahuan alam. Dia
dilahirkan pada tahun 362 H (973 M) di salah satu pinggiran kota Kats yang
merupakan pusat kota Khawarizm di Asia Tengah. Inilah yang menyebabkan dia
disebut Al-Biruni, karena Birun dalam bahasa Persia artinya pinggiran kota.
Para sejarahwan sepakat bahwa Al-Biruni wafat pada tahun 440 H (1048 M).
Al-Biruni menguasai banyak bahasa yang umum
dipakai pada saat itu, di samping memiliki kemampuan intelektualitas yang
sangat istimewa. Ini semua telah membantunya dalam melakukan penelitian dan
menulis karya-karyanya. Selain ia bisa bahasa Arab dan Persia, Al-Biruni juga
menguasai bahasa Liberia, Suryani, dan Sangsekerta. Terakhir, dia menguasai
bahasa India, sehingga banyak buku-bukunya yang ditulis dengan bahasa India.
Namun, perlu diberitahukan dengan khusus, bahwa pada dasarnya Al-Biruni sangat
menyukai bahasa Arab dan paling banyak dipergunakan dalam menulis
karya-karyanya.
PENELITIAN DAN PENEMUAN ILMIAH AL-BIRUNI
1.Dalam Bidang Ilmu
Matematika
§Aljabar
Al-Biruni mempelajari persamaan hasil
Al-Khawarizmi dalam Al-Jabar dan memberikan penambahan padanya. Dia juga
menambah kaidah-kaidah geometri.
§ Geometri
Al-Biruni
membuat dasar-dasar gambar pada permukaan bola.
Dia membuat
rumus-rumus matematika untuk menghitung lingkaran bumi dan diamternya yang
dikenal dengan rumus Al-Biruni.
Dia berhasil
menyelesaikan soal-soal yang dikenal dengan sebutan soal-soal Al-Biruni, yaitu
soal-soal yang tidak dapat diselesaikan dengan penggaris dan jangka.
§Trigonometri
Al-Biruni menemukan
rumus-rumus yang sesuai dengan aturan sinus.
Dia membuat table-tabel
matematika bagi sinus sudut dan bayangannya.
Dia berhasil membahas
sudut segitiga dan membaginya secara rata.
§Kalkulus
Al-Biruni berhasil
membuat rumus kalkulus yang ditemukan oleh Tsabit bin Qurah dengnan menggunakan
bukti-bukti geometris. Penemuan ini akhirnya diklaim sebagai penemuan Issac
Newton oleh orang Barat.
§Aritmatika (Ilmu
Hitung)
Al-Biruni memiliki
beberapa buku yang dikarangnya dalam konsep aritmatik. Dia juga menulis tentang
sejarah angka India dan perpindahannya ke Arab dan pengembangan- nya seperti
yang kita kenal sekarang.
1.Dalam Bidang Ilmu
Pengetahuan Alam (Fisika)
§Al-Biruni
mengembangkan cara dan menemukan peralatan untuk menentukan timbangan logam
dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi dan mendekati cara-cara yang ada pada
masa sekarang.
§Dia menerangkan
fenomena khusus yang berhubungan dengan tekanan zat cair, gas, dan
keseimbangannya. Dia juga yang menjelaskan mengapa air yang menguap dan mata
air yang naik ke atas dengan menggunakan rumus-rumus hidrostatistik.
§Dia adalah orang
paling awal yang mengatakan bahwa kecepatan cahaya melebihi kecepatan suara.
2.Dalam Bidang Ilmu
Pertambangan dan Geologi
Al-Biruni memperingatkan akan terjadinya dua fenomena, yaitu terbenamnya
daratan oleh air laut dan penyurutan air alut.
3.Dalam Bidang Ilmu
Astronomi
Al-Biruni
adalah orang yang pertama kali menyimpulkan adanya pergerakan titik matahari
yang terjauh dari bumi. Dia bahkan mengkritisi table-tabel astronomi yang
dibuat sebelumnya dan memperbaikinya.
2.
AL-HASAN BIN AL-HAITSAM (IBNU HAITSAM)
Nama lengkapnya adalah Abu Al-Hasan bin
Al-Hasan bin Al-Haitsam. Dilahirkan pada tahun 354 H (965 M) di kota Bashrah,
Iraq, dan wafat pada tahun 430 H (1039 M) di Kairo. Dia lebih dikenal dengan
panggilan Al-Bashri. Namun di Barat dia lebih dikenal dengan nama Al-Hazen.
Al-Haitsam merupakan satu di antara yang terbesar
di bidang matematika, fisiologi, dan optic dunia Islam. Dia diakui sebagai
ilmuwan Islam yang serba bisa dan jenius. Al-Hazen dikenal baik di Eropa
melalui karya-karya optiknya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.
Karya optiknya mempengaruhi ilmuwan Barat
terbesar, dan meratakan jalan bagi penemuan dan pengembangan ilmu optik di
kemudian hari. Secara khusus, Ibnu Haitsam menonjol pada beberapa bidang
berikut :
– Ilmu
Matematika, yang meliputi : ilmu hitung, al-jabar, geometri, dan trigonometri.
– Ilmu
Pengetahuan Alam, terutama tentang ilmu optik yang oleh Ibnu Haitsam disebut “Ilmu
Al-Munazir”.
– Ilmu Falak
atau ilmu astronomi sebagaimana yang dikatakan oleh para ilmuwan Islam.
3. IBNUL BAITHAR
Nama lengkap dia adalah Abu Muhammad Abdullah
bin Ahmad Al-Baithar Dhiauddin Al-Maliqi Al-Andalusi. Lahir pada tahun 589 H
(1193 M) di sebuah perkampungan bernama Malaga yang terletak di sebelah selatan
Andulusia, dan wafat pada tahun 646 H (1248 M) di kota Damaskus, Syiria dalam
usianya ke lima puluh sembilan.
– Karya utama
Al-Baithar adalah Kitab AlJami fi Adwiya Al-Mufrada. Kitab ini
merupakan sebuah karya botanical terkemuka dalam bahasa Arab. Berisi kumpulan
ramuan obat-obatan. Buku ini pada hakikatnya, adalah yang terpenting selama
seluruh periode dari Dioscorides sampai abad ke-16. Buku ini adalah suatu karya
ensiklopedi tentang ramuan obat-obatan. Mengungkapkan lebih dari 1.400
obat-obatan medical.
– Karya
monumental Al-Baithar yang kedua adalah Kitab Al-Mughani fil Adwiya Al-Mufrada.
Merupakan sebuahmateria medica-pengajaran tentang obat-obatan dan
khasiatnya. Buku ini berisi 20 bab, termasuk yang menguaraikan ramuan untuk
sakit kepala, telinga, mata, untuk kosmetika, ramuan untuk demam, penangkal
racun, dan ramuan obat-obatan yang paling sederhana.
4. NASIR AD-DIN THUSI
Nasir Ad-Din Thusi, adalah salah seorang pemikir
Islam terbesar. Ia adalah seorang yang mempunyai kemampuan hebat, yang karya
ensiklopedinya meliputi hamper semua cabang ilmu pengetahuan, termasuk
astronomi, matematika, sains, optic, geografi, obat-obatan, filsafat, logika,
musik, mineralogy, teologi, dan etika.
Nama lengkap dia adalah Abu Jafar Muhammad
Ibnu Muhammad Al-Hasan Nasir Ad-Din Al-Thusi Al-Muhaqqiq. Lahir pada 18
Februari 1201 Mdi Thus, sebuah kota di Korasan Iran, dan wafat pada 26 Juni
1274 M, di Baghdad.
Nasir Ad-Din Thusi adalah seorang ensiklopedia
terkemuka dengan otak yang tajam. Dia penulis yang banyak berkarya, tak kurang
dari 56 karyanya terdaftar pada Brockelmann. Di bidang astronomi, Nasir Ad-Din
Thusi memperoleh kemasyhuran besar, dan telah memberikan sumbangan ilmu
pengetahuan yang kekal. Dia menulis sejumlah risalah astronomi, yang terpenting
di antaranya adalah Kitab At-Tazkira fil Ilmi Al-Hai’a (Memorial
Astronomi), seuatu penyelidikan bidang astronmi selengkapnya. Buku tersebut
telah ditulis ulang oleh banyak sarjana dan diterjemahkan dalam banyak bahasa,
termasuk dalam bahasa Timur dan bahasa Barat. At-Tazkira, merupakan
tonggak dalam perkembangan astronomi, memenangkan popularitas luas di seluruh
Timur dan Barat.
Kemasyhuran Nasir Ad-din Thusi di bidang
astronomi terutama terletak pada penelitian- penelitian astronominya yang
dilakukan observatorium Maragha. Observatorium yang selesai didirikan pada
tahun 1259 M ini peninggalannya masih ada sampai sekarang. Observatorium ini
dilengkapi dengan instrument-instrumen terbaik yang bisa didapat, termasuk satu
peta bola langit yang terdiri dari cincin-cincin, kuadran dinding, dan
cincin-cincin penghentian matahari yang mungkin di bawa dari Baghdad dan Almut.
Juga disediakan sebuah perpustakaan yang memiliki 400.000 buku.
Nasir Ad-Din Thusi dianggap sebagai penemu
“Torquetum”, sebuah instrument yang terdiri dari dua lingkaran, yang memakai
tanda ukuran, dalam dua bidang tegak lurus, yang menjadi sangat populer di
Barat.
Nasir Ad-Din Thusi juga memainkan peranan yang tidak kecil dalam
bidang perkembangan ilmu trigonometri. Karya-karya di bidang ini menandai
puncak kemajuan ilmu trigonometri. Dialah yang mengarang Kitab Shakl Al-Qatta
(Risalah tentang Kuadrilateral), sebuah karya dengan keaslian luar biasa. Buku
yang menguraikan trigonometri bulatan ini sangat terkenal, dan mungkin
merupakan karya terbaik yang pernah ditulis sepanjang abad pertengahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar