Menu


Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

Rabu, 08 April 2015

Tokoh ILmuwan Islam

Assalamualaikum kawan..kali ini saya akan membahas tentang ilmuwan islam yang sangat Luar Biasa Jasanya pada perkembangan Islam saat ini

1.    AL-BIRUNI

  Abu Ar-Raihan Al-Biruni merupakan salah satu dari dua ilmuwan besar muslim dalam bidang ilmu pengetahuan alam. Dia dilahirkan pada tahun 362 H (973 M) di salah satu pinggiran kota Kats yang merupakan pusat kota Khawarizm di Asia Tengah. Inilah yang menyebabkan dia disebut Al-Biruni, karena Birun dalam bahasa Persia artinya pinggiran kota. Para sejarahwan sepakat bahwa Al-Biruni wafat pada tahun 440 H (1048 M).
  Al-Biruni menguasai banyak bahasa yang umum dipakai pada saat itu, di samping memiliki kemampuan intelektualitas yang sangat istimewa. Ini semua telah membantunya dalam melakukan penelitian dan menulis karya-karyanya. Selain ia bisa bahasa Arab dan Persia, Al-Biruni juga menguasai bahasa Liberia, Suryani, dan Sangsekerta. Terakhir, dia menguasai bahasa India, sehingga banyak buku-bukunya yang ditulis dengan bahasa India. Namun, perlu diberitahukan dengan khusus, bahwa pada dasarnya Al-Biruni sangat menyukai bahasa Arab dan paling banyak dipergunakan dalam menulis karya-karyanya.
PENELITIAN DAN PENEMUAN ILMIAH AL-BIRUNI
1.              Dalam Bidang Ilmu Matematika
§    Aljabar
 Al-Biruni mempelajari persamaan hasil Al-Khawarizmi dalam  Al-Jabar dan memberikan penambahan padanya. Dia juga menambah kaidah-kaidah geometri.
§ Geometri
     Al-Biruni membuat dasar-dasar gambar pada permukaan bola.
    Dia membuat rumus-rumus matematika untuk menghitung lingkaran bumi dan diamternya yang dikenal dengan rumus Al-Biruni.
   Dia berhasil menyelesaikan soal-soal yang dikenal dengan sebutan soal-soal Al-Biruni, yaitu soal-soal yang tidak dapat diselesaikan dengan penggaris dan jangka.

§    Trigonometri
  Al-Biruni menemukan rumus-rumus yang sesuai dengan aturan sinus.
    Dia membuat table-tabel matematika bagi sinus sudut dan bayangannya.
    Dia berhasil membahas sudut segitiga dan membaginya secara rata.

§    Kalkulus
    Al-Biruni berhasil membuat rumus kalkulus yang ditemukan oleh Tsabit bin Qurah dengnan menggunakan bukti-bukti geometris. Penemuan ini akhirnya diklaim sebagai penemuan Issac Newton oleh orang Barat.

§    Aritmatika (Ilmu Hitung)
    Al-Biruni memiliki beberapa buku yang dikarangnya dalam konsep aritmatik. Dia juga menulis tentang sejarah angka India dan perpindahannya ke Arab dan pengembangan- nya seperti yang kita kenal sekarang.
1.              Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika)
§    Al-Biruni mengembangkan cara dan menemukan peralatan untuk menentukan timbangan logam dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi dan mendekati cara-cara yang ada pada masa sekarang.
§    Dia menerangkan fenomena khusus yang berhubungan dengan tekanan zat cair, gas, dan keseimbangannya. Dia juga yang menjelaskan mengapa air yang menguap dan mata air yang naik ke atas dengan menggunakan rumus-rumus hidrostatistik.
§    Dia adalah orang paling awal yang mengatakan bahwa kecepatan cahaya melebihi kecepatan suara.
2.              Dalam Bidang Ilmu Pertambangan dan Geologi
          Al-Biruni memperingatkan akan terjadinya dua fenomena, yaitu terbenamnya daratan oleh air laut dan penyurutan air alut.
3.              Dalam Bidang Ilmu Astronomi
          Al-Biruni adalah orang yang pertama kali menyimpulkan adanya pergerakan titik matahari yang terjauh dari bumi. Dia bahkan mengkritisi table-tabel astronomi yang dibuat sebelumnya dan memperbaikinya.

2.     AL-HASAN BIN AL-HAITSAM (IBNU HAITSAM)

   Nama lengkapnya adalah Abu Al-Hasan bin Al-Hasan bin Al-Haitsam. Dilahirkan pada tahun 354 H (965 M) di kota Bashrah, Iraq, dan wafat pada tahun 430 H (1039 M) di Kairo. Dia lebih dikenal dengan panggilan Al-Bashri. Namun di Barat dia lebih dikenal dengan nama Al-Hazen.
  Al-Haitsam merupakan satu di antara yang terbesar di bidang matematika, fisiologi, dan optic dunia Islam. Dia diakui sebagai ilmuwan Islam yang serba bisa dan jenius. Al-Hazen dikenal baik di Eropa melalui karya-karya optiknya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.
Karya optiknya mempengaruhi ilmuwan Barat terbesar, dan meratakan jalan bagi penemuan dan pengembangan ilmu optik di kemudian hari. Secara khusus, Ibnu Haitsam menonjol pada beberapa bidang berikut :
–      Ilmu Matematika, yang meliputi : ilmu hitung, al-jabar, geometri, dan trigonometri.
–      Ilmu Pengetahuan Alam, terutama tentang ilmu optik yang oleh Ibnu Haitsam disebut “Ilmu Al-Munazir”.
–      Ilmu Falak atau ilmu astronomi sebagaimana yang dikatakan oleh para ilmuwan Islam.

3.     IBNUL BAITHAR

  Nama lengkap dia adalah Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad Al-Baithar Dhiauddin Al-Maliqi Al-Andalusi. Lahir pada tahun 589 H (1193 M) di sebuah perkampungan bernama Malaga yang terletak di sebelah selatan Andulusia, dan wafat pada tahun 646 H (1248 M) di kota Damaskus, Syiria dalam usianya ke lima puluh sembilan.
–      Karya utama Al-Baithar adalah Kitab AlJami fi Adwiya Al-Mufrada. Kitab ini merupakan sebuah karya botanical terkemuka dalam bahasa Arab. Berisi kumpulan ramuan obat-obatan. Buku ini pada hakikatnya, adalah yang terpenting selama seluruh periode dari Dioscorides sampai abad ke-16. Buku ini adalah suatu karya ensiklopedi tentang ramuan obat-obatan. Mengungkapkan lebih dari 1.400 obat-obatan medical.
–      Karya monumental Al-Baithar yang kedua adalah Kitab Al-Mughani fil Adwiya Al-Mufrada. Merupakan sebuahmateria medica-pengajaran tentang obat-obatan dan khasiatnya. Buku ini berisi 20 bab, termasuk yang menguaraikan ramuan untuk sakit kepala, telinga, mata, untuk kosmetika, ramuan untuk demam, penangkal racun, dan ramuan obat-obatan yang paling sederhana.

4. NASIR AD-DIN THUSI

  Nasir Ad-Din Thusi, adalah salah seorang pemikir Islam terbesar. Ia adalah seorang yang mempunyai kemampuan hebat, yang karya ensiklopedinya meliputi hamper semua cabang ilmu pengetahuan, termasuk astronomi, matematika, sains, optic, geografi, obat-obatan, filsafat, logika, musik, mineralogy, teologi, dan etika.
Nama lengkap dia adalah Abu Jafar Muhammad Ibnu Muhammad Al-Hasan Nasir Ad-Din Al-Thusi Al-Muhaqqiq. Lahir pada 18 Februari 1201 Mdi Thus, sebuah kota di Korasan Iran, dan wafat pada 26 Juni 1274 M, di Baghdad.
Nasir Ad-Din Thusi adalah seorang ensiklopedia terkemuka dengan otak yang tajam. Dia penulis yang banyak berkarya, tak kurang dari 56 karyanya terdaftar pada Brockelmann. Di bidang astronomi, Nasir Ad-Din Thusi memperoleh kemasyhuran besar, dan telah memberikan sumbangan ilmu pengetahuan yang kekal. Dia menulis sejumlah risalah astronomi, yang terpenting di antaranya adalah Kitab At-Tazkira fil Ilmi Al-Hai’a (Memorial Astronomi), seuatu penyelidikan bidang astronmi selengkapnya. Buku tersebut telah ditulis ulang oleh banyak sarjana dan diterjemahkan dalam banyak bahasa, termasuk dalam bahasa Timur dan bahasa Barat. At-Tazkira, merupakan tonggak dalam perkembangan astronomi, memenangkan popularitas luas di seluruh Timur dan Barat.
Kemasyhuran Nasir Ad-din Thusi di bidang astronomi terutama terletak pada penelitian- penelitian astronominya yang dilakukan observatorium Maragha. Observatorium yang selesai didirikan pada tahun 1259 M ini peninggalannya masih ada sampai sekarang. Observatorium ini dilengkapi dengan instrument-instrumen terbaik yang bisa didapat, termasuk satu peta bola langit yang terdiri dari cincin-cincin, kuadran dinding, dan cincin-cincin penghentian matahari yang mungkin di bawa dari Baghdad dan Almut. Juga disediakan sebuah perpustakaan yang memiliki 400.000 buku.
Nasir Ad-Din Thusi dianggap sebagai penemu “Torquetum”, sebuah instrument yang terdiri dari dua lingkaran, yang memakai tanda ukuran, dalam dua bidang tegak lurus, yang menjadi sangat populer di Barat.
Nasir Ad-Din Thusi juga memainkan peranan yang tidak kecil dalam bidang perkembangan ilmu trigonometri. Karya-karya di bidang ini menandai puncak kemajuan ilmu trigonometri. Dialah yang mengarang Kitab Shakl Al-Qatta (Risalah tentang Kuadrilateral), sebuah karya dengan keaslian luar biasa. Buku yang menguraikan trigonometri bulatan ini sangat terkenal, dan mungkin merupakan karya terbaik yang pernah ditulis sepanjang abad pertengahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar